Selasa, 18 Oktober 2016

MBAK ALDA, COME BACK PLEASE !!!

Pernah aku berfikir
Aku selalu memandang keatas
menganggap aku di bagian yang paling dasar
melihat mereka dengan raut muka tanpa beban
sedangkan AKU? 
aku selalu mendapati sebuah masalah
masalah lama selesai, masalah baru datang
terlalu berat fikirku.

Aku selalu mengadu kepada Tuhan
merengek dengan kesakitan batiniyah dan dlohiriyah
kenapa Tuhan tak adil?
hanya aku yang dibebani?
kenapa mereka-mereka tidak?
sempat aku berfikir seperti itu.

Tak lama waktu berjalan,
saat itu aku sadar
 KESALAHAN !!!
Salahnya, aku selalu memandang ke atas.
tanpa tak ku sadari ada orang-orang yang ada dibagian dasar
lebih dasar dibandingkan aku
mereka lebih terbebani,
lebih berat bebannya daripada aku
dengan berbagai macam masalah yang susah di selesaikan
sampai-sampai dia tidak kuat menanggung nya lagi
dan sekarang, DIA MENYERAH
dia mundur
mengaku kalah.
dia menyelesaikan masalah dengan jalan pintas yang terdapat banyak resiko di dalam nya
mungkin memang itu pilihannya 
yang dia fikir lebih baik.

MBAK ALDA
maaf selama ini ALFI gak tau masalahnya mbak
dan setelah semuanya selesai, saat itu juga aku baru tau
mbak alda sudah menyerah dengan perjuangan nya
meninggalkan semua nya
dan aku? entah bagaimana caranya aku harus bisa melanjutkan perjuanganku
walaupun dengan keadaan satu persatu dari mereka TEMAN SEPERJUANGAN gugur, kalah, menyerah.

Laksana perang dalam sebuah film
prajurit berjuang mengalahkan musuh 
dengan posisi semakin dekat dengan kemenangan
semakin berkurang pula jumlah prajurit tersebut
mereka yang telah gugur, awalnya pernah beruang
tetapi hanya sampai setengah perjuangan
dan aku termasuk salah satu prajurit yang masih berjuang meraih kemenangan melawan musuh
SAMPAI SAAT INI . . . . .